<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0" xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule">

<channel>
<title><![CDATA[ -  - Fotopages.com]]></title>
<link>http://raykinzoku.fotopages.com/</link>
<description><![CDATA[The Name? Tengku Ray ( bukan nama sebenar ! ) .... Born in Kota Bharu, brought up in Kota Bharu, went to school(s) in Kota Bharu but ended up in Japan... 

Never dreamed of going to Japan (Osaka)... emm... 3 years passed.. graduated from Kinki University, Higashi Osaka and then went back to Malaysia in March 2004 and currently working in.. Kota Bharu !!

Staying for 3 years in Japan, although quite a short stay, in a complete wealthy environment & wallet never empty with cash had made me to believe that life in Japan is splendid.. So splendid that at some point, I started to look down on my country of origin, the place that I was born & raised up which often made me to come up with these fears of returning to M'sia someday.. 

However, the day finally arrived and I had no choice... The first weeks as a fresh graduate, just coming back to M'sia, were indeed "terrible", the so-called "reverse-cultural-shock"s which I experienced, the stabbing heat, the material & attitude-backwardness of Msia compared to the well developed Japan etc... I felt that my life had turned against me, and when I felt that, I started to realise the meanings of growing up.. 

So, I started to have a re-look into my life, and one of many lessons that I managed to learn is never to look down on things that helped you become what you have became now.. and that includes the town which I was brought up in, where ever I go, "hujan emas negeri orang, hujan batu negeri sendiri", Kota Bharu is still the best in my heart thus from time to time, I will express my gratitudes to KB thru this fotopage..  

As an American author, Andrew Matthews puts it "  People who do not love themselves can adore others, because adoration is making someone else big and ourselves small. They can desire others, because desire comes out of a sense of inner incompleteness, which demands to be filled. But they can not love others, because love is an affirmation of the living growing being in all of us. If you don't have it, you can't give it  " 

 
]]></description>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 05:30:31 GMT</pubDate>
<lastBuildDate>Wed, 02 Dec 2009 05:30:31 GMT</lastBuildDate>

<image>
<title><![CDATA[]]></title>
<url>http://www.fotopages.com/images/rss_logo.gif</url>
<link>http://www.fotopages.com/</link>
<width>40</width>
<height>60</height>
</image>

<item>
<title><![CDATA[THE WELCOME PAGE / MUKADDIMAH]]></title>
<description><![CDATA[

* Welcome to KeLaTé : ~ A Self Rediscovery ~

* Background Music : Chaconne by Secret Garden

* This Welcome Page is to remain on top of every update. For the latest update, just scroll down.

* This site is tuned for best viewing with http://www.mozilla.com/en-US/firefox/(Mozilla Firefox).

* Proceed to http://raykinzoku.fotopages.com/cgi-bin/view_archive.pl?user=5958(ARCHIVE) for past entries.



















* Text excerpted from :

William Armstrong Graham's " Kelantan : A State of The Malay Peninsular " ; Chapter V : ' The People ', page 18,19,20. 

First Published in 1908 by James Maclehose & Sons, Glasgow.



* This site is non profit based, purely for educational and informative purposes only.



* If you wish to take something from this site :

Only do so for non-profitable, educational purposes and also be smart by crediting the real author, be it me or anyone else. 

Note that I always make sure to do so and I hope you would too.

Remember ! 

Cashing in on others hardship without their consent is absolutely wrong, tremendously awful, hideous and worth an http://en.wikipedia.org/wiki/Impalement(impalement) ! 



* No advertising in the comment box please.

Such will be immediately and ruthlessly deleted

( ~ would reconsider if you are going to give me a piece of that cake ..... ha ha )



* If you must .....

The author could be personally reached via  r a y k i n z o k u  at  g mail dot kom




* Today's Greeting ......


SALAM AIDIL ADHA 1430 H



]]></description>
<guid isPermaLink="true">http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1315006</guid>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
</item>

<item>
<title><![CDATA[Salam Aidil Adha 1430 H : Kakkah Dalae]]></title>
<description><![CDATA[.



SALAM AIDIL ADHA 1430 H



... dan salam hari Jumaat ...

( hari raya teragung jatuh pada hari teragung ... wow ~ ! )

.... kepada para penjenguk laman ini & sekalian muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, sama ada yang masih hidup mahupun yang akan mati ~ !





* Gambar Hiasan .....



Serta setinggi ucapan salam dan tahniah kepada para Tetamu Allah yang sedang menyempurnakan ibadat haji di Tanah Suci, semoga dikurniakan Haji yang mabrur ....

.... dan tak lupa, salam dan tahniah juga buat kalian yang melaksanakan ibadah korban, semoga korban kalian diterima Allah hendaknya !

Jika tahun lepas aku beraya nun " tak berapa jauh " di perantauan dalam kedinginan hujan bukit yang turun dengan lebatnya, tahun ini pula aku kembali beraya di Kelaté dalam keadaan cuaca cerah dengan langit biru terang benderang walaupun baru kelmarin hujan dan banjir ... 

Masya Allah ~ Alhamdulillah ! 

Rabbul A'lameen telah mengizinkan cuaca yang baik bagi Aidil Adha kali ini ....

( hari raya teragung jatuh pada hari teragung yang cerah berlangit biru biarpun baru kelmarin banjir ... dua kali wow ! )


... tetapi itu tidaklah bermakna bahawa hujan dan banjir bersifat tidak elok kerana sesungguhnya setiap kitaran alam semulajadi yang telah ditetapkanNya memang ada rahmat yang terselindung buat mereka yang ingin berfikir, lebih-lebih lagi dalam bentuk air dari langit yang tidak dinafikan mendinginkan suasana dan menyuburkan tanaman ! Jika ingin tahu apa akan berlaku sekiranya nikmat ini ditarik Allah, lihat sajalah Gurun Atacama di Chile, gurun terkering di dunia yang ada bahagian buminya dilaporkan tidak pernah dijamah hujan selama 20 juta tahun !!

Apa apa pun yang pasti, Aidil Adha ( Ghayyo Aji, kata orghae Kelaté ) kali ini sebagaimana yang lepas-lepas, pastinya akan meledak dengan bermacam jemputan makan dan undangan baekwoh yang bertemakan daging ! Kena pula dengan cuti sekolah yang sudah sinonim dengan baekwoh, maka akan makin menjadi jadilah nampaknya ~ ! Kata orang, inilah antara ciri-ciri istimewa Ghayyo Aji di Kelaté yang tiada di tempat lain ... Sejauh mana kebenarannya, itu tidak dapat pula aku pastikan ...

Bukan setakat kenduri kendara bahkan menu makan seharian di Kelaté selama seminggu ini pastinya akan sarat dengan pelbagai resipi berdaging, dari jenis bersup seperti singgang daging dan sup " gear box " sehinggalah kepada yang pekat bersantan seperti gulai kurma dan gulai kawah " tohouk belakor " ...  Dan sebagaimana kebiasaan, nanti akan adalah yang mengadu " mabuk daging " dan mula teridam-idamkan " total liberation " daripadanya !

Aku bukannya peminat daging dan selalunya lebih gemar menjauhi daripada menjamah. Namun, pada musim sekarang, seolah-olah menjadi satu " taboo " jika tidak diterima pelawaan memamah daging-daging lembu kampung yang empuk sambil memberi peluang kepada " kolestrol jahat " untuk melakukan insurgency ..

Tak apa lah ... sempena hari raya yang penuh keberkatan ini, aku ingat nak tutup bicara kali ini dengan menjemput kalian menghadap hidangan Kakkah Dalae ( lebih kejam " kolestrol jahat " nya ) yang sempat aku sediakan di bawah, yang aku agak tidak asing di Kelaté tetapi sesetengahnya tidak berapa nak ada di sebelah luar, buat santapan kalian di kala Aidil Adha ini !

Sila .. sila .. jemputlah ....

( di rumah ini tetamu tak boleh makan, ambil gambaran sajaaaaa ~ )

Eheheh  ~






* Perghouk Mudo ( Usus Lembu ) dan Kerabu Perut ( Perghouk Kitab ) 






* Paru-Paru @ Pelepong Goreng

Sebelum ( setelah direbus terlebih dahulu ) dan selepas ( setelah digoreng ) ...






* Lidah Masak Merah






* Hati dan Limpa Goreng






* Gulai Otak Lembu





DAN DALAM PERKEMBANGAN YANG LAIN ....






* Golden Arches Over Wakaf Che Yeh

Ramai Anak Kelantan yang pulang berhari raya dari perantauan, dilaporkan terlopong
dan terkesima sejenak dengan kemunculan Pokchik Ronald di sini ....




]]></description>
<guid isPermaLink="true">http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1887231</guid>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
</item>

<item>
<title><![CDATA[FILLER ENTRY : Tock Sekkor Skeik Ghabouk !]]></title>
<description><![CDATA[.




FILLER ENTRY :


Tock Sekkor Skeik Ghabouk !




When things happened or came about unexpectedly ...

... Kelantanese tend to say " Tock Sekkor Skeik Ghabouk ! ".


Like the monsoon rain that poured heavily on the East Coast last Thursday.

In Kelantan alone, the downpour spurred http://utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2009&dt=1108&pub=Utusan_Malaysia&sec=Dalam_Negeri&pg=dn_11.htm(rare flash floods on the northern plain) and in the interior, swelled the Kelantan River and its tributaries, pouring murky water into the kampungs along the riverbanks, in a matter of 24 hours. Everyone was caught by surprise, even the authorities in charge of the situation were taken off guard by the watery blitzkrieg, as normally, heavy torrential monsoon rain would begin around the end of November up until the end of December, along with the much anticipated seasonal flood.

Well, thankfully, the heavy rain lasted for only about 2 days, not enough to generate large scale flooding like it was 5 years ago, and Kota Bharu, along with other high-risk towns along the river were basically spared - at least for now ... 

( except for some areas in Jajahan Pasir Mas and Jajahan Tumpat, those along Sungai Golok, which were quite serious  ... )

Needless to say, it was the first monsoon flood of the season ... that came way earlier than usually anticipated and of course, there would still be more to come. 

Tock Sekkor Skeik Ghabouk !









* The Jambatan Sultan Yahya Petra at 5.01 meters (  7 Nov, 1600 hrs ) ....

... and the same bridge when it was 0.8 meters in May 2009 ( second image ).

Note :

Normal level at http://infobanjir.water.gov.my/trend.cfm?state=KEL&station_id=52(Jeti Kastam), the main measuring point in Kota Bharu, is defined at 
1 meter. Alert Level is set at 3 meter, Warning at 4 meter and Danger at 5 meter. 

By 5.1 meter, water from the river will start flowing into low lying areas in Kota Bharu. 
In the town itself, places like Kubang Pasu, Jalan Post Office Lama, Sungai Budor, 
Sungai Keladi and Jalan PCB are among the first to be affected.

By 5.4 meter, some people will start considering moving to a higher place. Those living 
in house on stilts or multi-storey, would stay put or move their stuffs to the upper floor.  

At 5.9 meter, some people would find refuge at relief centres while the rest of Kota 
Bharu would took to the flooded streets of Jalan Wakaf Mek Zainab, Jalan PCB, Jalan
Post Office Lama and other adjacent streets for the annual Monsoon Fiesta ! 

( Monsoon Fiesta = the Kelantanese equivalent of Terengganu Monsoon Cup, only 
much better as it caters to the whole masses ( and not just to some cash-laden tycoons
with millions of RM sailing boat ) and the entry is regardless of what type of vessels they
own, from fiber glass boats to rakit batang pisang .. eheheh ~ sarcasm intended )

Oh yes, by 6.5 meters and above, it would be safe to assume that Kota Bharu is the 
new Venice of The East ... 

( the Big Flood of 2004 was measured at 7 meters ! )





Then, it was Piala Malaysia Final on the 7 November 2009.

Despite the flood, the die-hards managed to scurry their way out of Kelantan and appeared at the other side of the Peninsular for the final showdown between Kelantan and Negeri Sembilan. The last time Kelantan made to the final was in 1970, that was 39 years ago and to make it worse, Kelantan never won any ! 

It was Saturday and luckily, the sky was clearing up, and the river was slowly draining away its excess load into the South China Sea. Since Kota Bharu is located close to the sea, it would be normal to expect surge in water level ( even if the sky is perfectly clear over head ) as the rain water collected deep in the interior finally reaches the state capital, raising the level to a certain point before gradually returning to normal again. The highest for the weekend was measured at 5.17 meters, at 0700 hrs on the morning of 7 Nov, at Jeti Kastam aka Tambatan DiRaja, the famous measuring point in Kota Bharu.
 
Ironically, by the time the water receded to 4.75 meter, Kelantan was losing to Negeri Sembilan at Bukit Jalil, 3 to nil ~ ! Ironic, as the receding water seems to signal the dying fighting spirit of the Red Warriors. Didn't expect that the score turned out horrifyingly for Kelantan as it would be much more honourable if the game ended with Kelantan losing by only one goal to its opponent ...... rather than 3 to1 ... eheh .. ... ( Kelantan's only goal was acquired just minutes before the game ended, again ironically, when most of the supporters had left stadium in " protest " ~ ).

Everyone was hoping that Kelantan would bring the Cup home for the first time in history. With all the enthusiasm and red draped supporters occupying up to almost two thirds of the available seats in the stadium, the Kelantan team appeared invincible enough to carve history and victory seemed only 90 minutes away. With all these, who would have thought that the game would end with Kelantan being " terribly " mowed by Negeri Sembilan ? Eheh ~ 

To many hopeful Kelantanese, that includes me, the game was unexpectedly disappointing and it was .......


.... Tock Sekkor Skeik Ghabouk, nah !


He he he ~ ( nah is added for more gravity )





* " Tock Sekkor Skeik Ghabouk, weeeihh ~ ! "

Source : Utusan Malaysia, Front Page, Saturday 7 Nov 2009.




The next morning, I woke up for my weekly Nasik Berlauk hunting.

It was Sunday i.e. workday in Kelantan but the State Government was generous enough to declare the 8 Nov day, a special holiday ( cuti peristiwa ) for Kelantan very very rare appearance in the final ... yay !

So, I went to a pasar in the cultural heart of Kelantan. Dropped by at different stalls to get some groceries and stuffs first before heading to a Nasik Berlauk stall and ordered a few packs of takeaways from a Mokchik who was already busy tending to the customers. I was standing there waiting for my order when I found myself trapped in the middle of chattering Mokchiks who appeared betrayed by yesterday's game. One voiced out on how the team had performed very poorly while the others were pouring out the same level of disappointment and disapproval, topped with concerns over the supporters mischievous acts during the game. At another corner, a Mokchik sitting cross-legged among her fruits and vegetables was overheard, letting off barrages of destructive criticism against the common target. Coming from these Mokchiks, it was simply unbelievable ! Eheh ~

Bisso Mokchik !

Tock Sekkor Skeik Ghabouk ambo ~ !

( Gomo Mokchik Gomo !!  )


I took off after I got my hand on packs of Nasik Kerghabu and Nasik Berlauk Ikae & Ayae, not quite in the mood to join the bashing party. To silently agree with them is already enough for me. To me, it's not a big deal really, provided that next year would be better ... faaaaar better ... ( I mean the football team, not the bashing party ).

I was driving home smiling, musing over the amusing incident at the market, when a car, coming from a junction on the left, signaled into my lane. So, I gave way and was immediately astonished by what I saw on the back of the car. 

It was another addition to my Tock Sekkor Skeik Ghabouk list ....

..... only that, this one seems better ~ .... Waaaay better !


Aloh laa ~ 

Hok lagunimmo pun ado !?

Tock Sekkor Skeik Ghabouk ~ !

.
.
.
.
.
.
.
.


He he he ~





* Tock Sekkor Skeik Ghabouk ado hok berghaning ginimmo !

This my friend, is what Kelantanese would call, " Ngan-nying " ... ehehe ~

It is actually an " art " embraced by many, but understood by few and not 
related anyhow to Kacang Ngan Yin Cap Tangan ! Probably the closest equivalent
would be "menganjing" as non-Kelantanese would ( probably ) say ... so I was told.

Either the driver is a true blue ( should I say, yellow ? ) proud " overseas " 
Orghang Nogorghii expressing extreme joy ( at the wrong place ) which I somewhat
doubt, judging from the " D " registered vehicle ....

.... or just a plain, sarcastic way of venting frustration towards the Kelantan team 
performance in the game.

Ha ha ha ~ whatever it might be, it was simply daring !

( it would be more surprising if the car managed to reach home in one piece ~ eheh )


Note :

Snapped at the Wakaf Siku Traffic Intersection / KB Mall Intersection, Jalan Sultan
Ibrahim while waiting for the light, on 8 Nov 2009 at 1000 hrs.





GOOD DOSES OF HA HA HA HA ~ : 


* 
" The fact that Kelantan fans cared enough about the Malaysian Cup to burn 
a few seats at the stadium and throw missiles at NS players is perhaps the only 
sign that Malaysian football is not dead. "

From : THE MALAY MALE : http://amirhafizi.blogspot.com/2009/11/kelantan-vs-rest-of-world.html(Kelantan Vs Rest Of World)




* 
" Kelantan on Monday denied allegations that players had sold the match 
when playing against Negeri Sembilan in the Malaysia Cup final on Saturday.

Kelantan team manager Azman Ibrahim said allegations that players had sold
the match, or that head coach B. Sathianathan had failed to apply the right tactics 
or strategy, was totally uncalled for. "

From : 

BERNAMA : http://www.bernama.com/bernama/state_news/news.php?id=453841&cat=et(Kelantan Deny Allegations That Players Had Sold The Match)




]]></description>
<guid isPermaLink="true">http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1950281</guid>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
</item>

<item>
<title><![CDATA[Distinctively KeLaTté : Tobacco, Tabako, Tembakau, Teubakkaa !]]></title>
<description><![CDATA[.




Distinctively KeLaTté :


Tobacco, Tabako, Tembakau, Teubakkaa !




~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Tembakau ( Bahasa Malaysia )

Teubakkaa ( Kaechaek Kelaté @ Kelantanese )

Tabako (  タバコ　 ＠　煙草  ~ 日本語 @ Japanese )

Tobacco ( English )

[tuh-bak-oh]

1. 	any of several plants belonging to the genus Nicotiana, of the nightshade 
family, esp. one of those species, as N. tabacum, whose leaves are prepared 
for smoking or chewing or as snuff.

2. 	the prepared leaves, as used in cigarettes, cigars, and pipes.

3. 	any product or products made from such leaves.

4. 	any of various similar plants of other genera.


* Extracted from http://dictionary.reference.com/browse/tobacco(Dictionary.com)


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~





Kelantan and Tobacco ...

It is a well accepted fact that Kelantan was, and I strongly believe, still is the top producer of tobacco in Malaysia.

A Distinctively KeLaTté which I find nothing to be proud or to boast of, especially when tobacco itself is already regarded worldwide as harmful to health and even condemned as Haram by increasing numbers of Muslim clerics nowadays. 

Me ? Smoke ? 

I am not a smoker ... never was and never will ....

Not a single ciggy ( or Havana cigar ! ) ever landed on this luscious red lips of mine ... 

( ha ha ha ~ an intended sarcasm, in comparison to those darkened lips of smokers ! ) 

Proud to maintain a non-smoking life, though still surrounded by smoking friends, 
colleagues and subordinates who seem to be more than eager to pump their exhaust fumes into my virgin lungs, minus my consent ...

Aaahh ! Wadda heck .....

In dedication to my smoker friends, colleagues and subordinates out there, these are what the thing looked like before ending up inside those small boxes proudly bearing real life imageries of gangrened foot, immature baby, cancerous lung and all those stuff that probably the last thing you would think of, in this short life of you and me ( yeah, life is too short really ) ..... 

If only they could stamp those images on every single of these leaves ....

He he he ~





* A tobacco farm in Jajahan Bachok

In Kelantan, tobacco is planted not in large plantations but in relatively small individual
plots managed by different, independent farmers.

What I found interesting about this crop is no four legged herbivores ( and also the two 
legged ! ) would ever munch, let alone nip on these lush green leaves. They all seem to
know and understand very well what tobacco could do to them, than the supposedly far 
more intelligent human being ....

He he ~







* A typical Kelantanese Tobacco Curing Barn

Known in Kelantanese as Bae Teubakkaa ( Ban Tembakau ) or http://en.wikipedia.org/wiki/Tobacco_barn(Tobacco Curing Barn), 
this wholly brick, non-plastered structure is a common sight in many places in Northern
Kelantan especially in Jajahan ( District ) Bachok.

Within those walls, tobacco leaves are heat cured, using externally lit firewood to 
produce hot air that is passed through special metal ducting at the base of the structure. 
The heated ducts then heat up the air inside, where the leaves are strung, to a certain 
controlled degree to produce the desired quality. Tobacco cured this way ( called http://en.wikipedia.org/wiki/Curing_of_tobacco#Flue(Flue Cure) )
is high in sugar and has medium to high levels of nicotine.

The two smaller windows, one partly hidden by the ladder are used to control the barn 
curing temperature. Opening one or both of them, by having a worker to climb up the 
ladder and pull it open manually, will release the excessive heat thus achieving the 
desired curing temperature. A durable, easy to read bimetallic thermometer is often 
placed inside the barn for better measurement.

Also seen in the above image, are two chimneys, blackened over time by long and 
frequent use, the result of the accumulative effect of smoke and heat, the very same 
affecting the lips, teeth and lungs of ardent smokers .....







* The Inside Look

A peek from the entrance into the barn.

Tobacco leaves are strung on poles, packed closely together to ensure optimum curing
capacity. Withered by the heat, some leaves are already showing signs of proper curing
while the rest still bear patches of green amidst brown-yellowish parts.

Soon they will be ready for the next step i.e sorting and grading !







* Sorting Dried Tobacco Leaves According to Grades

At a glance, they appeared to me as a pile of disgustingly filthy pillowcase 
( sarung bantal ) waiting to be hauled into a washing machine ! Ha ha ~

At this point, the leaves, after enduring the hot, dry and stuffy inside of a Bae Teubakkaa, 
are then sorted into grades which correspond to different sizes and qualities as required
by end-product manufacturers. Normally women would take up to the task, as sorting 
every piece of it is deemed a tedious and endless job by majority of men who would 
rather spend their time at the nearest Keddaa Kopi ( coffee shop ), discussing 
" masa'aloh negargho " ( political issues ) over cup(s) of Kopi Radix or Teh Susu
and puffs of home grown tobacco ~ ehhehe ....

( or maybe I am wrong ? )






TRIVIA


* According to the http://en.wikipedia.org/wiki/Prevalence_of_tobacco_consumption(Wikipedia), between 50 ~ 60 % of all Malaysian males, of all ages smoke, whereas only 2 ~ 3% of females do so ...

Read : The Star ( 21 May 2005 ) - http://www.rcentre.utm.my/download_view.php?download=1281(Prevalence of Smoking in Malaysia)



* The Government is currently discouraging tobacco farming for health and economic related reasons and at the same time, promoting various substitute crops, from the commonly heard of http://www.duitpertanian.com/keledek-ganti-tembakau/(Sweet Potatoes), http://www.bernama.com/bernama/state_news/bm/news.php?id=433239&cat=tm(Peanut) and Chilli Peppers to the newly introduced, http://en.wikipedia.org/wiki/Kenaf(Kenaf) and http://en.wikipedia.org/wiki/Jatropha_oil(Jatropha) crop. 

I am not sure and can't really tell the reactions of tobacco farmers towards the recent government policy. One thing for sure is that, tobacco gives farmers thicker bank notes compared to the above mentioned crops, combined !

Read (1) : Mazidul Akmal's http://mazidulakmal.blogspot.com/2009/10/industri-tembakau-bakal-terbunuh.html(Industri Tembakau Bakal Terbunuh)

Read (2) : The Star - http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2009/10/21/nation/20091021161447&sec=nation(Kelantan mulls ‘no promotions for smokers’ rule)

Read (3) : BERNAMA - http://www.bernama.com.my/bernama/state_news/news.php?id=448490&cat=et(Kelantan To Give Incentives To Premises Not Selling Cigarettes)



* Previous Distinctively KeLaTté series :
* 
11 Aug 2009 : http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1893440(Kelantanese Malay Traditional Timber Dwellings)

14 Jul 2009 : http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1692846(Juwwaa Blae Duduk)

6 Jun 2009 : http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1868026(A Tribute To Lado Solok...)

24 Feb 2008 : http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1474661(Pilihae Ghayo !)

13 Oct 2007 : http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1271357(The Mother " LAND " )

01 Jul 2006 : http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=827532(Tok Perghaih Mah)

08 Feb 2006 : http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=689409(BAEKWOH)

01 Feb 2006 : http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=686712(SHEEP ... huh? BIRI BIRI !? BEBIRI !!???)

28 Jan 2006 : http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=681369(KEKUDA)

23 Jan 2006 : http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=680228(ETOK)

13 Jan 2006 : http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=671709(The Fish Scale Roof)






ON THE OTHER HAND ... 


( Okeh ! Kerana PPSMI dah mansuh, kita tulis dalam BM ler pulak ... yeaargh ! )

Cakap pasal tanam menanam, aku ada terbaca satu berita dalam akhbar tempatan baru-baru ini yang ada kaitan dengan bertanam, antaranya aku ada petik di bawah :



* 

KUALA TERENGGANU 15 Okt. - Dalam menghidupkan tradisi lama iaitu menanam
pokok setiap kali seorang anak dilahirkan, sebanyak 53 pokok beruas ditanam di 
Taman Awam Batu Burok di sini bagi melambangkan kelahiran 53 orang bayi pada 
Hari Kemerdekaan Ke-52 negara ini pada 31 Ogos lalu.

Selain mengindahkan landskap di taman rekreasi itu, penanaman pokok itu juga ingin 
memupuk generasi baru supaya bersemangat kental dalam menghadapi cabaran yang 
bakal datang pada masa depan.

Sumber : 

' http://utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2009&dt=1016&pub=Utusan_Malaysia&sec=Timur&pg=wt_02.htm(Tanam pokok beruas tanda kelahiran bayi) ' 
Utusan Malaysia Online ( Timur ), 16 Oktober 2009.





Aku tersengih ...

Teringat apa yang aku pernah baca dari catatan Abdullah Munshi semasa dia bertandang ke Kelantan dalam tahun 1837. 

Ketika itu dia sedang berjalan melalui sebuah kampung ( tak pasti di mana tetapi aku yakin dalam Jajahan Kota Bharu ) dan telah dimaklumkan tentang tradisi menanam pokok sebaik menerima kelahiran bayi di Kelantan, oleh seorang wanita tua.

Dalam Kisah Pelayaran Abdullah dari Singapura ke Kelantan 1837 yang dikarangnya, Abdullah telah menulis :







Jelas sekali, melalui catitan 172 tahun di atas, bahawa bukan sahaja di Terengganu bahkan tradisi yang sama juga pernah diamalkan di Kelantan.

Kini, tradisi tersebut sudah tidak lagi kedengaran ...
Entah siapa yang masih mengamalkannya sekarang di Kelantan. Entah bagaimana pula di negeri lain. Sejak bila terputus, sejak bila tidak diamalkan, tak dapat pula aku pastikan. 

Bagi aku, amalan atau tradisi ini memang bagus dan wajar dihidupkan semula, diteruskan serta diberikan promosi besar-besaran. Lebih-lebih lagi apabila pokok yang ditanam sebagai menyambut kelahiran bayi adalah lebih bermakna dan bakal memiliki nilai-nilai " sentimental " dan " nostalgia " apabila si bayi besar dan berkeluarga kelak ! Kalau sekarang kita sudah terbiasa dengan istilah " abang / adik angkat ", mungkin suatu masa nanti kita akan lali dengan trend " pokok angkat " ... hehe

Selain itu, boleh juga memberikan hasil, menyejukkan mata dan persekitaran serta menghijaukan bumi. Lebih-lebih lagi, menanam pokok khususnya pokok buah-buahan memang digalakkan dalam Islam sebagaimana Rasulullah S.A.W pernah bersabda melalui hadis :
* 
‏‏ ‏عن ‏أنس ‏ ‏قال ‏قال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم
‏ما من مسلم يغرس غرسا أو يزرع زرعا فيأكل منه
  ‏  طير أو إنسان أو بهيمة إلا كان له به صدقة ‏

* 
Anas R.A berkata bahawa Rasulullah S.A.W bersabda, 

" Seorang muslim yang menanam pokok atau tanaman lalu tanaman itu dimakan 
oleh burung, manusia atau binatang ternakan maka semuanya itu adalah dikira 
sebagai sedekah " 

Sumber : 
Sahih Al-Bukhari dan Muslim http://hadith.al-islam.com/Bayan/Display.asp?ID=884&Lang=mal(( Bahasa Arab )) & http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?hnum=2904&doc=1&IMAGE=%DA%D1%D6+%C7%E1%CD%CF%ED%CB(( Bahasa Melayu ))



Manakala dalam hadis yang berbeza, Baginda Nabi S.A.W sekali lagi menekankan :


* 
Anas bin Malik berkata, Rasulullah bersabda yang bermaksud :

“Tujuh perkara yang akan terus mengalir pahalanya walaupun setelah orang itu 
meninggal dunia, iaitu orang yang mengajarkan ilmu, orang yang membina parit 
atau tali air, orang yang membuat telaga, orang yang menanam pokok 
buah-buahan, orang yang membina masjid, orang yang mewakafkan mashaf 
al-Quran dan orang yang mendidik anaknya sehingga menjadi orang soleh ...”






Waah ! 

Kalau kakitangan kerajaan kini masih lagi sedang terkira-kira saguhati RM 500 yang baru diluluskan Pak Jib, tidakkah tawaran ini jauh lebih beruntung ? Dah la dikira sedekah, mati pun masih dikira amalan dan beroleh pahala ! 

Hoi ! Siapa tak nak weeih !?

Insya Allah, kalau sampai ' peluang ' aku nanti, aku pun nak buat ! Nak tanam pokok Durian Kunyit dan pokok Cengal !! Dua-dua pokok hidup lama .. Dua dua boleh makan jasa ! Ha ha ha ! Kompem !!

Baiklah ...

Menyentuh kembali catitan di atas, biarpun Abdullah " tartawa basar " semasa dimaklumkan sedemikian oleh si wanita tua itu, aku tak fikir Abdullah mencemuh amalan atau tradisi itu sendiri, atas logik yang aku telah terangkan di atas. Mungkin dia sekadar cuba " menyindir " keadaan masyarakat setempat yang tidak berpendidikan sehingga mengira tahun pun tidak pandai - salah satu isu masyarakat Melayu ketika itu yang sentiasa cuba dibangkitkan oleh Abdullah, bukan sahaja dalam penulisan ini tetapi juga dalam catitan-catitannya yang lain ....

Oh yer, beralih dan bercakap tentang diri Abdullah Munshi pula, aku ada juga terbaca satu berita dalam akhbar dan bahagian yang sama beberapa hari kemudian yang tidak kurang menarik perhatian, iaitu tentang sebuah ' telaga ' bersejarah di Kemaman, Terengganu yang dikatakan pernah dilawati Abdullah Munshi dalam perjalanan pulang dari Kelantan ke Singapura.

Aku petik sebahagiannya sebagaimana berikut


* 




Namun jika dilihat daripada catatan buku Abdullah Munshi dalam buku yang berjudul 
Kisah Pelayaran Abdullah Munshi ke Kelantan, ada menyebut semasa pelayaran balik 
dari Kelantan, beliau singgah ke satu tempat di Kemaman iaitu sebuah tempat yang 
dinamakan Telaga Simpul untuk mengambil air minuman dan mandi-manda.

Dalam catatan tersebut menceritakan ketika berada di telaga itu, beliau dan 
awak-awaknya mandi di telaga berkenaan.

Namun selepas mandi, beliau menyuruh awak-awaknya mengambil sehelai daun 
mengkuang setiap orang yang tumbuh di sekitar kawasan telaga berkenaan.

Beliau mengarahkan awak-awak menyimpul daun tersebut dan meletakkannya 
berhampiran telaga itu bagi mengelakkan mereka ditimpa bencana jika tidak berbuat 
demikian.

Sumber : 

' http://utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2009&dt=1022&pub=Utusan_Malaysia&sec=Timur&pg=wt_01.htm(Telaga Simpul kaya cerita mistik) ' ; Siti Airunnisa Alaui,
Utusan Malaysia Online ( Timur ), 22 Oktober 2009.





He he he he ~

Sekali lagi aku tersengih ... kali ini lebih lebar sehingga ke belakang kepala dan berbaur sarkastik ... he he he ..

Suka aku nyatakan di sini, bahawa sebenarnya Abdullah Munshi tidak mengarah atau menyuruh, sebaliknya dia yang ' disuruh ' atau diminta oleh si awak-awak !! 

Bahkan, dia sebenarnya enggan menurut malah dengan terang-terangan menganggap perbuatan tersebut sebagai satu adat yang bodoh dan tidak sepatutnya dipegang, namun terpaksa dituruti jua permintaan awak-awaknya itu bagi mengelakkan dipersalahkan, dituduh sebagai punca jika apa-apa yang tidak baik berlaku dalam pelayaran  ....

Mudah kata, apa yang disebut dalam petikan berita di atas sebenarnya tidak tepat malah bertentangan dengan yang sebetulnya diceritakan sendiri oleh Abdullah dalam Kisah Pelayaran Abdullah Ke Kelantan 1837.

Kenapa aku kata begitu ?

Nah ! Inilah apa yang sebenarnya ditulis oleh Abdullah Munshi ! *


* sesetengah perkataan sengaja di ' highlight ' kan, bagi menunjukkan maksud
sebenar Abdullah dan dengan petikan berikut, aku akhiri entri kali ini ~ 

Sekian, terima kasih .... 





Nota : 

Petikan buku Kisah Pelayaran Abdullah Dari Singapura ke Kelantan 1837, adalah 
ihsan melalui http://www.sabrizain.org/malaya/library/(laman & koleksi peribadi Sabri Zain) ... 


]]></description>
<guid isPermaLink="true">http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1922833</guid>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
</item>

<item>
<title><![CDATA[FILLER ENTRY : Taeing Gorgheik in Kota Bharu]]></title>
<description><![CDATA[.


FILLER ENTRY :

Taeing Gorgheik in Kota Bharu






* Taeing Gorgheik  in the heart of Kota Bharu

A street scene, taken at ' Taeing Gorgheik ', a local colloquial term for 
' Maghrib Time ' or dusk, just after the evening squall in the town of Kota Bharu. 

Fewer people and cars seen on the street as Muslims, accounting more than 90% in the
state capital, choose to confine themselves in their homes, to observe the Maghrib and
Isya' prayers. 

The newly completed Kota Bharu Trade Center ( KBTC ) building is seen on the right, 
where the only Parkson and Giant outlets currently operate in Kelantan ... and of course,
seen on the left is the first McDonald's outlet in Malaysia to have Jawi transliteration next 
to its iconic ' Golden Arches ' trademark *

* the second being the one at KB Mall, and followed much later http://steventsh.com/2007/10/arabian-look-alike-restaurant.html(by an outlet in Kuala 
Terengganu) .... oit, apaa tiru Kelate nih ? Ha ha ha ~


Note :

I was told that the KBTC building is now famous for having the most ' horrifying ' and 
' gut-wrenching ' parking ramps in Malaysia ! Ha ha ha ...  not yet tried, so anyone can clarify ?




RELATED :

http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1902341(Maemae Soh ... PARKSON !)

http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1668304(Haah !? PARKSON Marghi Semulaa Kor ?)

http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1506125(Hyper Market dan Kuantum Fizik !)

http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=861568(A Blessing or A Curse ?)


]]></description>
<guid isPermaLink="true">http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1941254</guid>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
</item>

<item>
<title><![CDATA[SALAM 1SYAWAL (2) : Alahai Gerghetock ....]]></title>
<description><![CDATA[.




SALAM 1SYAWAL (2)


Alahai Gerghetock ....




~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Gerghetock 

[ Kaechaek Kelaté ]

\Ger-ghe-tock\ , kata nama / noun / 名詞 :

~ Jambatan ( Bahasa Melayu ), Bridge ( English ),  橋 ・ はし ( 日本語 )


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~





Alkisah sebuah Gerghetock

tersohhor di Kelate

yang amat aku kasihi dan sayangi

dan juga bikin hati kecil ini tersentuh

setiap kali Hari Raya ........







* Lumrah Setiap Kali Hari Raya di Kelantan

Kenderaan bersusun-susun dari arah Pasir Pekan, Jajahan Tumpat untuk
menyeberang masuk ke Kota Bharu, sambil bekerjasama membentuk formasi
' leher botol ' di kepala Jambatan Sultan Yahya Petra.

Nun di hadapan sana, tiga aliran ini akan berubah pula kepada empat aliran
( betul, tak tipu ! ) dan akhirnya menjadi hanya satu aliran sahaja apabila tiba di kepala
jambatan. Foto ini dirakam pada hari raya kedua, dari atas jejambat di hadapan
Sekolah Kebangsaan Pasir Pekan. Bagi yang tahu atau sudah biasa, akan mudah 
mengerti magnitud sebenar masalah kesesakan ini ! Bagi yang tak nampak dan perlu 
bantuan, http://wikimapia.org/1882465/Sekolah-Kebangsaan-Pasir-Pekan-Pasir-Pekan-Primary-School(boleh tengok melalui wikimapia) dan cuba bayangkan .... 
Kalau nak tau lagi, sebenarnya ia bermula dari Bulatan Pasir Pekan !

Jujur saya nyatakan, masalah kesesakan ini bukan hanya berlaku pada setiap kali 
musim perayaan seperti Hari Raya Aidil Fitri sekarang, malah berlaku juga pada setiap
hari bekerja, setiap pagi dan petang. Pagi, dari Tumpat untuk masuk ke Kota Bharu 
dan petang, dari Kota Bharu menuju ke Tumpat.

Oh yer, bandingkan dengan laluan di sebelahnya ....

Lengang kerana keadaan yang sama juga berlaku di sebelah Kota Bharu sana !






* Satu Lagi Projek ....

.... Jabatan Kerja Raya Malaysia ! 

( Ha ha ha ha ~ Aku tahu apa korang fikir !! )

Alkisah, mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Abdullah Ahmad Badawi pernah
merasmikan majlis pecah tanah jambatan ke-2, kalau tak silap, pada 2 Ogos 2007 
dan aku masih ingat lagi ketika itu akhbar, radio dan televisyen begitu ghairah 
melaporkannya. Khabarnya ( dari yang aku tengok pada papan pernyataan projek )
ia akan siap menjelang akhir 2009. Aku juga ingat, di tapak perasmian itu ada 
tersergam sebuah papan besar tertampal gambar dari imaginasi si ilustrator yang 
merujuk kepada bentuk jambatan yang bakal terbina. 

Hanya Tuhan saja yang tahu betapa bangga, gembira dan berterima kasihnya aku 
masa itu !

Ya, memang ! Ketika itu, pembinaan jambatan ke-2 menjadi bahan bualan sensasi
yang sarat dengan harapan, kesyukuran dan penghargaan sehinggalah 2009 datang
dan kini, sudah hampir berlalu dan kelibat jambatan masih lebih jelas di atas kertas 
berbanding di tempat yang sewajarnya. Lebih ironik, tiada lagi papan gambar yang 
dulunya megah berdiri di situ dan tiada lagi cakap-cakap bangga melainkan bunyi 
rungutan dan teori konspirasi di sana sini.

Aku ? Kini aku lebih suka tunggu dan lihat saja !

Baca : 

" http://www.utusan.com.my/utusan/special.asp?pr=PR11&y=2007&dt=0802&pub=Utusan_Malaysia&sec=Terkini&pg=bt_02.htm(Pembinaan jambatan kedua Sultan Yahya Petra dilancar) "

" http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2008&dt=1216&pub=Utusan_Malaysia&sec=Timur&pg=wt_06.htm(Tempoh siap Jambatan Sultan Yahya Petra Kedua dilanjut) "


Cakap tentang rasmi merasmi, tetiba aku teringat akan satu dialog yang amat tersohor
dari salah satu filem arahan Gemuloh Tan Sri P.Ramlee :


* http://www.youtube.com/watch?v=MawOFEh4XqI


* 
" Berapa senang beta punya hati, beta lah yang digelarkan Sultan Aminur Rashid ! 
Wahai Dato Perdana Menteri ... "

" Ampun tuanku .. "

" Adakah perkhabaran yang baik hari ini ? "

" Ada tuanku.. Semalam seorang saudagar telah datang meminta supaya tuanku
bukakkan kandang harimau nya ! "

" Cuuuut ! Bukak KANDANG HARIMAU ? Sekali rimau ngap, kepala engkau hilang ! 
Kau nak mampus ? ' Bukak LADANG LIMAU nya ' ! Bodoh, Bahlul ! "

" Bodoh ! Bahlul ! "

" Baik tuan ! "

" Ada tuanku ... Semalam seorang saudagar telah datang meminta supaya tuanku
meresmikan pembukaan ladang limau nya ... "

" Bagus ! Dato Perdana Menteri, bagus ! Kalau begitu, besok pagi, sebelum subuh
beta akan sampai ! "

" Cut ! SEBELUM subuh kau pergi buat apa ? Orang belum bangun tidur ! 
SELEPAS subuh kau pergi ! Bodoh !

" Yer tak yer ... "





Ha ha ha ha ha ~ 

Gemuloh Tan Sri P.Ramlee memang genius dan lawak beliau memang ' evergreen ' ..

Gemuloh juga memang terkenal gemar menyelitkan banyak mesej dalam karyanya,
untuk ditelah dan dikaji oleh mereka yang terbuka dan ingin menerima ...

Sesungguhnya aku tak tau apa mesej sebenar yang ingin disampaikan Gemuloh dari 
' scene ' di atas, sama ada lawak kosong atau lawak sinis, tetapi setelah menonton
( entah ke berapa juta kali ) dan menghayatinya, sedikit sebanyak terasa diri ini disindir,
betapa, dalam kita memainkan watak masing-masing dalam kehidupan seharian
http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1142019(di atas pentas bernama dunia ini), bukan sekali dua bahkan kerap sangat kita hanya 
deras berbicara dan berpolemik, tanpa mengerti atau memikirkan tentang apa yang
sebenarnya sedang berlaku dan akan berlaku ... asalkan semuanya okay bagi diri sendiri !

( Khususnya dalam keadaan apabila kita sudah berada di " atas " ! )
 
Aku berharap agar apa yang kita usahakan sehari-hari tidak menjadi " kandang
harimau " dalam keadaan sepatutnya ianya " ladang limau " dan tidak juga ianya
menjadi " sebelum subuh " dalam keadaan di mana ia sewajarnya " selepas subuh " !

Maksud terlampau dalam ? Hanya yang ingin mengerti .. bisa mengerti !

Oh yer ! 

" Perdana Menteri " yang dilakonkan dalam adegan di atas TIADA kaitan sama
sekali dengan yang telah, sedang dan akan memegang tampuk pemerintahan ....

He he he he ....







* Pagar Jambatan Sultan Yahya Petra ....

... dengan berlatar belakangkan pusat bandar Kota Bharu dan Sungai Kelantan
yang ' keemasan ' ( sarkastik ! ) ...

Berdasarkan http://compassweb.arkib.gov.my/search_details.php?id=2001/0029912&state=W(sumber Arkib Negara Malaysia), Jambatan Sultan Yahya Petra ini siap
dan dirasmikan pada 17 April 1965 oleh baginda Almarhum Sultan Yahya Petra ibni
Sultan Ibrahim Petra. Maka, sedar atau tidak, ini bermakna bahawa jambatan yang 
telah banyak berjasa kepada para marhaen di Kelantan ini telah berusia lebih 40 tahun,
atau tepatnya 44 tahun. Lagi 6 tahun, maka bolehlah kita raikan Jubli Emas buat Sang
Gerghetock !

Biar pun begitu, aku berharap agar kita tidak perlu menunggu lagi 6 tahun untuk 
melihat pagar lain selain pagar di atas !

Ha ha ha !

Sekadar makluman, sehingga ke tarikh ini, terdapat lima buah jambatan yang 
merentangi Sungai Kelantan. *

* Nota : ' Sungai Kelantan ' bagi aku, sebetulnya bermula di pertemuan Sungai Galas
dan Sungai Lebir dan berakhir di Kuala Besar !

Bermula dengan yang paling tua iaitu http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=818662(Jambatan Keretapi Guillemard) ( 1925 ), 
kemudian Jambatan Sultan Yahya Petra ( 17 April 1965 ), disusuli hampir 30 tahun
setelah itu oleh http://srv.fotopages.com/2/11921056.jpg(Jambatan Tanah Merah-Machang) ( 1988 ) dan Jambatan Pasir 
Mas-Salor ( 30 Mei 1991 ) dan akhir sekali Jambatan Sultan Ismail Petra ( atau lebih 
meniti di bibir dengan gelaran Gerghetock Tendong / Gerghetock Berghaeheing Ali ! )
yang dirasmikan oleh KDYMM Sultan Ismail Petra pada 15 Sep 2003, sambil 
disaksikan bersama oleh mantan Perdana Menteri, Tun Mahathir dan Menteri Besar 
Kelantan, Tuan Guru Dato' Nik Abdul Aziz  ....







BERKAITAN (1) :


Begini agaknya rupa projek Jambatan Kedua Sultan Yahya Petra, jika segala-galanya
menjadi kenyataan, berdasarkan imaginasi si ilustrator yang saya yakin, telah terlibat
' somehow ' dengan projek tersebut :





* Di kepala gerghetock ( bahagian Kota Bharu, tengok tu, Tesco ! )



* Di pertemuan Jalan Hamzah - Jalan Sultanah Zainab 



* Di persimpangan Jalan Hamzah - Jalan Kuala Krai - Jalan Sultan Yahya Petra ( Wakaf Siku )



Bagi yang masih belum tahu, ia sepatutnya melibatkan beberapa fasa dan tidak hanya
terhad kepada pembinaan jambatan tambahan itu sahaja, iaitu turut melibatkan 
pembinaan ' flyover ' dari jambatan tersebut sehinggalah, kalau tak silap, ke depan 
Bangunan Kota Seri Mutiara di Jalan Sultan Yahya Petra .... 

( kalau salah, tolong tunjukkan ! )

Imej-imej di atas bukan aku punya tetapi telah ' dirampok dengan ihsan ' ( camne tu ? )
dari blog http://megamazstudio.blogspot.com(Megamaz Studio), melalui entri http://megamazstudio.blogspot.com/2007/08/projek-redland-jambatan-syp-ke-2_1407.html(ini), http://megamazstudio.blogspot.com/2007/08/projek-redland-jambatan-syp-ke-2_3803.html(ini) dan http://megamazstudio.blogspot.com/2007/08/projek-redland-jambatan-syp-ke-2_01.html(ini) .... 

Terima kasih kepada tuan empunya imej, dengan ucapan, 

" Jangan marah ya ! Nanti kena jual ! " .. he he he *


* setidak-tidaknya, aku ' mengambil ' dengan memberikan kredit / menyatakan laman
asal dan sama sekali tidak menjadikan / membayangkannya seperti milik sendiri !

Tuan-tuan dan puan-puan, jadikanlah ianya amalan !




BERKAITAN (2) :


* 
Plan To Build Four-Lane Roads In Kelantan

PASIR PUTEH, Sept 26 (Bernama) -- Construction of four-lane roads linking the various
towns in Kelantan is being planned to overcome traffic congestion, especially during the
festive season like Aidilfitri and Aidiladha.

Kelantan Umno liaison chief Datuk Mustapa Mohamed said funds for the project, 
especially the road linking Pasir Puteh-Kota Baharu, Machang-Tanah Merah/Kota
Baharu, would be requested from the federal government.

The proposed construction of the roads would also link Kelantan to the neighbouring 
states of Terengganu, Perak and Pahang, he told reporters at a Hari Raya gathering 
here on Saturday.

Roads in Kelantan are heavily congested, especially during the Aidilfitri and Aidiladha 
celebrations, as thousands of Kelantan-born working outside the state return home to 
celebrate the occasion.

Mustapa, who is also International Trade and Industry Minister, said the roads in 
Kelantan were congested because most of them only had two lanes and could not 
accommodate the increase in population as well as motorists.


Source : 
BERNAMA.com ; ' http://www.bernama.com/bernama/v5/newsindex.php?id=442535(Plan To Build Four-Lane Roads In Kelantan) ', 26 Sep 2009





Aku berdoa kepada Ilahi agar ianya menjadi kenyataan ! Amii~n !

( Sarkastik !? Well, it depends ... he he )




BERKAITAN (3) :


( Kemaskini 28 Oktober 2009 )


* 
Kerajaan Serius Pastikan Projek Rakyat Siap Ikut Jadual

GEMAS, 24 Okt (Bernama) -- Menteri Kerja Raya Datuk Shaziman Abu Mansor berkata
kerajaan amat serius untuk memastikan semua projek yang dijalankan kontraktor 
terpilih sentiasa menepati piawaan dan siap dibina dalam tempoh yang ditetapkan.

Katanya, kelewatan kontraktor menyiapkan projek akan mengundang persepsi buruk 
rakyat terhadap kerajaan serta kelambatan ini sekali gus merugikan banyak pihak.

"Kalau ada masalah dalam projek. Orang akan salahkan kementerian dan masa pilihan 
raya rakyat akan hukum, kita nak elakan dari perkara ini berlaku," katanya kepada 
pemberita selepas melawat tapak Hospital Tampin yang baru di sini Sabtu.


Sumber : 
BERNAMA.com ; ' http://www.bernama.com/bernama/v3/bm/news_lite.php?id=449462(Kerajaan Serius Pastikan Projek Rakyat Siap Ikut Jadual) ', 24 Oktober 2009









]]></description>
<guid isPermaLink="true">http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1927631</guid>
<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
</item>

<item>
<title><![CDATA[SALAM 1SYAWAL : Ramadhan Melangkah Pergi ...]]></title>
<description><![CDATA[.




SALAM 1SYAWAL


Ramadhan Melangkah Pergi ....






Ramadhan melangkah pergi ...

.. sambil memperkenalkan Syawal, kepada yang menangisi pemergiannya.

Syawal melangkah masuk ...

dengan membawa dua khabar gembira, kepada yang telah memuliakan Ramadhan.

Khabar pertama namanya Hari Pulang Ke Fitrah ....

dan khabar kedua, 

satu tawaran yang tidak ternilai bagi insan yang yakin dan percaya ~




* 
عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

 أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
 
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ


Abu Ayyub Al-Anshari R.A meriwayatkan bahawa Nabi S.A.W bersabda :

" Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu diikuti dengan (puasa)
enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun "

( Hadis Riwayat Muslim )





Dan buat kalian,

yang telah, sedang dan akan ( malah, tidak hingin ) mengenali diri ini,

yang setia bertandang dan menjenguk aku di sini ~

Andai ada bahasa yang tidak berlapik, komen yang tidak berbalas, kerjasama yang tak terberi, permintaan yang tidak disempurnakan dan harapan yang tidak tertunai,

maka, sempena tika dan saat yang berbahagia ini,

dengan sepenuh jiwa raga, setulus hati, setinggi ucapan maaf saya rafakkan ~

Maaf Zahir Batin ... 

dan akhir kata .....


SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI 1430 H ~


 ... darghi ambo di Koto Barghu, Kelaté ~






http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1299822()


* Mengisi hari-hari terakhir Ramadhan ...

... dengan meminjamkan telinga dan lisan kepada ceramah agama dan tadarus.




http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1299822()

* Mengisi hari-hari terakhir Ramadhan ...

... dengan berbuka puasa beramai-ramai di masjid, sarat dengan semangat ukhuwwah.




http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1665607()

* Mengisi hari-hari terakhir Ramadhan ...

... dengan solat berjemaah di rumah Allah ~




http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1311934()

* Malam Raya di Kota Bharu ...

...  boleh dikira lengang walaupun kenderaan di jalan raya memang banyak dari 
kebiasaan.

Waktu begini, ramai lebih gemar diam di rumah atau berada di tempat-tempat lain
selain di jalanan, rata-rata sedang bersedia untuk menyambut hari kejayaan yang
dijanjikan besok. 

Pada malam ini juga, surirumah akan leka menyiapkan juadah dan menyusun biskut 
bagi hari esok, anak muda ( dan juga orang tua ), kalau tidak lepak di rumah menonton 
TV, akan duduk di warung bertemu rakan-rakan lama yang baru pulang dari perantauan, 
anak-anak kecil ( dan orang berumur pun ! ) pula akan ada yang bermain bunga api dan 
mercun biar pun ianya dilarang, manakala ahli ibadah, akan bertamu di masjid dan 
surau, berulang ulang mengalunkan tahmid membesarkan Ilahi sambil menyesali 
pemergian tawaran hebat Ramadhan yang hanya datang sebulan dalam setahun ...

Agaknya yang mana satukah kita ?





http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=960354(

)

* Malam Raya di Kota Bharu, golongan asnaf duduk menunggu ....

.. dalam kedudukan tersusun, membarisi pinggiran laluan di sepanjang jalan dan lorong 
sekitar Padae Baeng dan Masjid Besar Koto Barghu.

Mereka sedang menunggu zakat fitrah yang disampaikan oleh orang perseorangan
melalui akad yang unik, yang boleh jadi hanya dilakukan di Kelantan. Keadaan dan
suasana sebegini berlaku hanya satu malam sahaja dalam setahun di Kota Bharu ..

Blogger Atok ada menerangkan tentangnya, di ' http://kitab-atok.blogspot.com/2005/11/day-before.html(The Day Before) '




http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=603505()

* Malam Raya di Kota Bharu, zakat dan sedekah bertukar tangan ...

Keadaan yang sama seperti di atas, cuma kali ini ada perhatian yang diberi.

Sebuah kereta berhenti, menyampaikan zakat dan sedekah kepada yang setia 
menunggu di pinggir jalan.




http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1311934()

* Jangan terkejut jika keadaan sebegini ...

...  bukan sesuatu yang luar biasa di Kelantan, lebih-lebih lagi sejak kebelakangan ini.

Namun begitu, entah mengapa, tahun ini " suasana " di Kelantan tampak " lebih ganas " 
berbanding tahun-tahun lepas !

Masa aku kecil-kecil dahulu, ketika bunga api masih halal di sisi undang-undang,
bermain bunga api sebegini memang satu impian ... yang mustahil.





http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=960563()

* Setelah usai Solat Sunat Aidil Fitri ...

... rata rata antara kita akan dihadapkan dengan apa yang telah sebulan ditinggalkan !








]]></description>
<guid isPermaLink="true">http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1926446</guid>
<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
</item>

<item>
<title><![CDATA[SALAM 1RAMADHAN ( 4 ) : Berbuka Dengan Tuak !]]></title>
<description><![CDATA[.




SALAM 1RAMADHAN (4)


Berbuka Dengan Tuak !





Berbuka puasa dengan menghirup Tuak ...

Waah ! 

Bagi mereka yang pertama kali mendengar pernyataan sedemikian, boleh jadi akan
menggeleng kepala. Barangkali akan ada yang bengang, lebih lebih lagi dalam bulan
Ramadhan sebegini ...

Oit, nanti dulu ! 

Ini bukan lawak atau pernyataan suka-suka yang ' tasteless ' ~

Sebenarnya di Kelantan dan Terengganu, perkataan ' Tuak ' merujuk kepada apa yang
di negeri-negeri lain sebut sebagai ' Air Nira ' , iaitu sejenis nectar drink dari jenis 
palm nectar yang diminum sebelum ianya menjadi masam dan beralkohol. 

Dalam keadaan biasa, Air Tuak sememangnya cenderung untuk menjadi masam 
melalui proses penapaian semulajadi ( natural fermentation ) melalui tindakan 
bakteria atau yis yang sedia terdapat dalam udara dan pelbagai permukaan, angkara 
kandungan gula dan karbohidrat yang tinggi di dalamnya.

Tak hairanlah mengapa di Pantai Timur, ianya dipanggil Air Tuak ! ( Get it ? Eheh ~ )






* Tuak dan Cuka Nipah.

Terpampang di pokok kelapa menuju ke rumah seorang pengusaha Air Tuak di
Kota Bharu. ' Nipah ' kerana Air Tuak yang dijualnya hanya bersumberkan dari
pokok Nipah. 

Sekadar makluman, Tuak yang diperam lebih lama, akan menjadi berasid dan
dijual sebagai cuka. Di Kelantan, cuka nipah kerap digunakan sebagai bahan
perubatan ...




Perlu dijelaskan bahawa Air Tuak bukan hanya ada di Kelantan atau di Malaysia. 

Bahkan ia juga dinikmati di lain-lain lokasi di Asia Tenggara, di India malah di Afrika 
sekalipun. Mudah kata, di mana ada pokok spesis palma di situ ada pengusaha Tuak. 
Yang menarik, perkataan ' Nira ' dalam bahasa Melayu sebenarnya berasal dari istilah 
dari benua India iaitu " http://en.wikipedia.org/wiki/Neera(Neera) ". Oleh yang demikian, mulai tika dan saat ini, anda 
disyorkan agar tidak lagi menggunakan perkataan " Nira ", sebaliknya menggunakan 
perkataan " Tuak " bagi menonjolkan semangat 1Malaysia ... yeaaarghh ! 

Malah, di India, apabila air nira menjadi beralkohol, ianya tidak lagi dikenali sebagai 
Neera tetapi disebut sebagai http://en.wikipedia.org/wiki/Palm_wine(Todi). Mudah kata, kalau sekarang sudah ada http://halfroll.blogspot.com/2009/09/istak-air-barli-berkarbonat.html(' Beer Halal ' 
yang tidak beralkohol), maka air Tuak Kelantan ini boleh dikatakan Todi Halal ! 
Ha ha ha ha ( sarkastik ) !

Baiklah ... berbalik semula kepada Air Tuak di Kelantan ...

Sejak adanya peti sejuk, bekas kedap suhu dan ais, Air Tuak tidak lagi mudah rosak
dan mula dijual jauh dari kawasan pengeluarannya. Apa yang saya perhatikan di 
Kelantan, penjualan Air Tuak akan meningkat mendadak setiap kali masuk bulan 
Ramadhan. Tempat-tempat yang pada kebiasaannya tidak termimpi akan adanya air 
Tuak, akan dijajah lelaki atau wanita yang terkebil-kebil di samping kotak Styrofoam 
atau Polystyrene bertulis atau bergantung label perkataan ' Air Tuak ' padanya. 
Di dalam kotak itu terisi bungkusan-bungkusan plastik berisi Air Tuak bersama ketulan 
ais yang membantu mencegah Tuak dari rosak. Biasanya mereka ini akan bertumpu di 
sepanjang pinggir pinggir jalan dan laluan utama, dengan kotak yang sudah cukup 
menjadi ' signature ' kepada aktiviti mereka. 






* Seorang penjual Air Tuak sedang melayan pembeli di sebatang jalan di Kota Bharu.

Di dalam kotak itu ada Air Tuak, dan padanya tertulis ' Tuak Asli '. 

Kata orang, semata-mata mengejar keuntungan, penjual yang cilik dan khianat akan 
mencampurkan air tuak dengan air kelapa atau air biasa. Jika ini berlaku, barangkali
hanya peminum tegar sahaja yang bisa membezakan !



Pada firasat aku, umumnya, Tuak dari http://en.wikipedia.org/wiki/Cocos_nucifera(pokok Kelapa) ( Cocos nucifera ) atau di Kelantan 
disebut Tuwwok Nyor adalah lebih banyak dijual memandangkan pokok kelapa 
boleh didapati hampir di mana-mana sahaja, baik di kawasan pesisir pantai mahupun
di pedalaman. Kini sudah ada, walaupun tidak banyak, Tuak Kelapa dari pokok Kelapa
Pandan / Wangi. Orang kata, aroma dan rasanya lebih menggiurkan berbanding kelapa
biasa ! Aku pernah sekali mencuba tapi terlupa pula di mana bezanya !

Kemudian, disusuli pula Tuak Nipah ( Kelantanese : Tuwwok Nipoh ) dari http://en.wikipedia.org/wiki/Nypa_fruticans(pokok Nipah)
( Nypa fruticans ). Di Kota Bharu, Tuak Nipah banyak dijual di tepi-tepi jalan menuju 
Pantai Sabak kerana di sekitarnya memang banyak pokok Nipah dan tidak sedikit 
yang mengusahakannya. Yang menarik tentang Tuak Nipah adalah pokok yang 
menghasilkannya hanya tumbuh di kawasan paya air masin / payau, iaitu berhampiran 
laut, dan kerana itu hanya mereka yang tinggal berhampiran sahaja yang selalu 
menikmatinya. Khabarnya, nira lebih mudah diperoleh dan lebih banyak dikeluarkan 
pokok Nipah berbanding pokok Kelapa. Sejauh mana benarnya, tidak dapat dipastikan pula ...





* Menjual Tuak dari rumah.

Peminum tegar akan mencari Tuak sampai ke rumah pengusaha.
Di rumah pengusaha ini contohnya, ianya boleh dibeli sama ada dalam bungkusan plastik atau dalam botol !! 





* Air Tuak dan peti ais.

Tanpa peti ais, mustahil Tuak boleh dijual sebanyak ini !



Jarang-jarang sekali ada juga Tuak Kelapa Laut ( Kechaek Kelate : Tuwwok Tal ) yang
diperoleh dari http://en.wikipedia.org/wiki/Borassus_flabellifer(pokok Kelapa Laut) ( Borassus flabellifer ) atau Tal dalam dialek Kelantan.
Versi ini amat jarang dijual. Kata orang, di Kampung Tal Tujoh di Jajahan Pasir Mas, 
ada yang menjualnya. Tetapi sejauh mana keasliannya tidaklah pula dapat dipastikan. 
Berlainan pula di Thailand, Tuwwok Tal dikatakan mudah diperoleh dan begitu diminati.

Yang pasti, setiap jenis Tuak memiliki rasa dan aroma yang berbeza serta memiliki 
peminat yang tersendiri ....

Dan aku ....

Aku sebenarnya bukanlah peminat Tuak kerana airnya tersangatlah manis 
( rasa macam minum madu ) dan silap haribulan, kalau dah jadi masam, boleh jatuh 
haram pula hukumnya ! Jujur saya katakan, di Kelantan ini pun masih ada 
penyalahgunaan Air Tuak ... if you know what I mean ~

Walau bagaimana pun, aku tetap tabik kepada minuman ini kerana ianya sukar untuk 
diperoleh dan sukar pula disimpan, dan mendapatkannya memerlukan kepakaran khas 
seorang Tok Nyaddak yang berpengalaman luas bagi memperoleh tuak yang 
banyak dan tidak cepat masam. Jika memetik kelapa boleh diwakilkan kepada beruk, 
mendapatkan Air Tuak pula hanya boleh dilakukan oleh manusia yang berakal dan 
waras ( kalau disuruh orang gila, mahunya benda lain yang kena sadak ! ). Oh yer, jika 
sudah ada beruk yang mampu berbuat demikian, sila maklumkan kepada aku. 
Nak tahu juga sekolah mana dia pergi !




http://bustamann.blogspot.com/2004/12/nissang-teganung-gula-melaka.html()

* Foto Tok Nyaddak sedang beraksi !

Ihsan dari blog Bustamann ( Pokku ).
Pokku ada bercerita lebih lanjut tentang aktiviti Tok Nyaddak di blognya.
Sila klik foto di atas untuk dibawa ke sana ~




Dan kini, sudah ada ( walaupun masih jarang-jarang ) di pasaran, air tuak yang 
dibotolkan secara bersih ke dalam botol kaca dan diawetkan secara ' pasteurization ' 
seperti susu segar. Aku pernah mencuba Air Tuak Kelapa Wangi yang dibotolkan 
dengan kaedah sedemikian. Rasanya tidak lari dan manisnya memang ketara. 
Cukup menarik dan wajar untuk terus dipromosikan kerana setakat ini masih belum terlihat di mana-mana kedai atau pasaraya biasa.

Apa apa pun, kita minum dulu !

( masa bukak puasa laaa ~ )






* Air Tuak Nipah

Tuak Nipah on the rock ~ ! Ha ha ha ~

Air Tuak asli biasanya berupa keruh keputihan, kadangkala sedikit keperangan. 





BERKAITAN




* Kerghabu Bungo Nipah.

Atau dalam bahasa standard, Kerabu Bunga Nipah atau Nipah Bloom Salad.

Satu kerja tangan orang Kelantan yang memang lazat dan mengujakan !

My personal favourite ! Jarang dijumpai di bandar Kota Bharu tetapi mudah didapati di 
pasar-pasar sekitar dan berhampiran Kuala Besar di Jajahan Kota Bharu. 

Aku tak pasti adakah Kerghabu Bungo Nipoh ini satu hasil sampingan dari aktiviti
mendapatkan Tuak Nipah ? 

Aku harap ada yang boleh membantu menjelaskan persoalan aku ini ....





]]></description>
<guid isPermaLink="true">http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1914555</guid>
<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
</item>

<item>
<title><![CDATA[SALAM 1RAMADHAN ( 3 ) : Meraikan Satu Transformasi Agung !]]></title>
<description><![CDATA[.




SALAM 1RAMADHAN (3)


Meraikan Satu Transformasi Agung !




~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Baru-baru ini aku berpeluang bertandang semula ke Masjid Lama Mulong.

Ya, SEMULA …

Melangkah masuk ke dalamnya buat kali kedua, 
setelah lebih setahun berlalu semenjak http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1603983(lawatan pertama) aku dahulu.

Lawatan kali ini ternyata memberikan satu pengalaman yang berbeza, 
lebih mengujakan, di samping turut mendorong aku untuk berfikir dan 
merenung.

Berikut aku sediakan beberapa hasil bidikan yang tidak seberapa beserta 
sedikit komentar, hasil selukan dari kocek pandangan dan pendapat peribadi  ….

Dengan niat berkongsi ….

…  dan sebagai meraikan satu transformasi agung !!







~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~






http://shw.raykinzoku.fotopages.com/18650789.html()

* Masjid Lama Mulong, jasad lama rohnya baru !

Tersergam indah di pinggir jalan Kota Bharu ~ Kuala Krai, hanya sepelaung dari masjid
bersejarah, Masjid Lama Kampung Laut di Nilam Puri. 

Satu kebetulan yang begitu membanggakan ! Satu kawasan, dua tarikan bersejarah !

Apa yang menarik, kedua-duanya berada di situ kerana dipindahkan, dari tempat asal 
yang jauh di utara. Satu berasal dari Kampung Laut, Jajahan Tumpat manakala satu 
lagi dari bandar Kota Bharu. Lagi menarik, kedua-duanya dipindahkan atas dasar 
pemeliharaan ! Satu ingin dikekalkan sebagai masjid, yang lagi satu ingin dijadikan 
masjid !

Aku bangga kerana langkah sebegini diambil. Paling penting, ianya diambil dengan
membaik pulih sehingga menjadi sedemikian rupa sambil mengekalkannya di tapak 
asal yakni, tidak terkeluar dari Kelantan atau disimpan dalam simpanan peribadi ~

Aku harap perkara yang sama turut dilakukan kepada banyak lagi ' cultural &
historical asset ' yang sedang terancam dalam negeri Kelantan yang bertuah ini ...

( Oh yer, sila klik foto bagi melihat keadaan sebelum ianya dipulihara ~ )





http://shw.raykinzoku.fotopages.com/18650790.html()

* Masjid Lama Mulong : Lain Dulu Lain Sekarang !

Walaupun banyak juga perkara tiada yang diadakan dan yang ada ditiadakan, 
melibatkan pelbagai bahagian tangga, dinding, tingkap, pelantar hadapan dan 
seumpamanya, namun aku perasan, rata-rata bahagian asal memang dikekalkan. 

Maksud aku, bahagian-bahagian asal semasa ianya masih sebuah balairong seri, 
iaitu bahagian asas seperti kerangka utama, bumbung, tiang, sesetengah bahagian 
dinding dan sisip angin memang sebagaimana asal ... 

Namun demikian, sentuhan dan penangan pemuliharaan khusus dan serius yang
diberikan tetap memberikan hasil akhir yang aku kira jauh berbeza dari sebelum 
tetapi ternyata begitu menawan dan mengujakan ! 

Bahkan, jujur dan terus terang saya katakan, unjuran ' ekor itik ' yang diperagakan pada 
bumbungnya itu juga jauh lebih menyerlah, halus dan cantik, lebih asli berbanding yang 
http://1.bp.blogspot.com/_vI_lZqw3Uas/SjZzaIR0-wI/AAAAAAAAAB4/QQdAQY888oo/s1600-h/P1010008.JPG(direnovasi pada Masjid Lama Kampung Laut) * ! 

Bak kata orang kampung saya, yang ini ' more pronounced and lovelier ' ~ !

Emmm ~ Ternyata lebih bagus berbanding sebelum ! Tahniah !

Selain bangunan, kawasan sekitarnya pun turut berubah.
Kalau dulu ianya tidak berpagar, sekarang lengkap melitupi perimeter,
dengan tandas dan tempat berwuduk yang begitu cantik ala resort peranginan !

Cuma yang ironik, jika dulu masjid ini sentiasa terbuka kepada umum tanpa 
mengira masa, kini nampaknya ia hanya akan dibuka pada masa-masa tertentu sahaja ...

Mungkin itulah harga sebuah kecantikan.

( Sila klik foto bagi melihat keadaan asal sebelum dipulihara .. )


Nota :

* Link foto ' ekor itik ' masjid kampung laut dipinjam http://utarid-united.blogspot.com/2009/06/masjid-kampung-laut.html(dari laman ini)







http://shw.raykinzoku.fotopages.com/18650850.html()

* Pandangan dari sisi masjid.

Bahagian ini menghadap jalan raya. Jelas kelihatan dari mana-mana kenderaan yang 
menyelusuri kilometer 11 Jalan Kota Bharu ~ Kuala Krai.

Aku suka melihat bagaimana tiang-tiang itu menyokong struktur bangunan. 
Tampak begitu teguh dan kukuh serta bersaiz agak besar berbanding yang biasa aku
temukan pada beberapa rumah Melayu lama di Kota Bharu yang sezaman dengannya. 
Tidak syak bahawa kualiti sedemikian mempamerkan status sebenar si pemilik asal 
lebih seabad yang lepas !

Namun apa yang paling menarik perhatian aku, lebih-lebih lagi setelah kerja 
pemuliharaan selesai, adalah bahagian pintu ( tanpa pelantar ) yang bertangga itu.
Aku ada peruntukkan sedikit komen tentangnya dalam satu keterangan foto di bawah
ini, jemput ' scroll down ' untuk melihatnya ~

( Oh yer, sebelum tu, sila klik foto untuk saksikan keadaan sebelum pemuliharaan ! )





http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1603983()

* Keadaan bahagian pintu masuk ke dalam bangunan masjid.

Kalau aku paparkan hanya foto ini di sini dan katakan ini pintu masuk ke sebuah bilik
penginapan resort terkemuka, mesti ada yang percaya ! Hahaha ~

Memang banyak sekali perubahannya berbanding sebelum. Bahagian depan ini
langsung tidak sama dengan yang sebelum. 

Tak kisah ! Janji, ianya lebih cantik dan lebih ' presentable ' berbanding keadaan 
sebelum yang sememangnya bukan berkeadaan asal pun ...

Semasa aku ralit mencongak sudut, dengan niat merakamkan foto ini, seorang lelaki
yang sebelum itu aku lihat sedang bersolat di dalam masjid, tiba-tiba datang menyapa
aku.

Aku fikir dia tinggal berdekatan, rupanya bukan. Malah disoalnya aku tentang asal-usul 
bangunan masjid ini dan mengapa ianya dibuat dalam keadaan antik dan begitu cantik
sekali. Ketika itu aku umpama mengantuk disorongkan bantal ! Tanpa teragak-agak, 
aku dengan bangga, menceritakan kepadanya perihal si masjid setakat mana yang aku
tahu dan sedia maklum. 

Dia hanya mengangguk tapi nampak berminat. 

Sebelum berlalu ke keretanya yang berada di luar pagar, dia membalas,

" Mollaek sungguh kalu ado papae kenyato'ae kor gappo kor hok ghoyak pasaa sejaroh masjid nih ..."

Aku sengih saja. 






http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1603983()

* Plak Keemasan Jabatan Warisan Negara.

Plak makluman atau perakuan ini dipasang sendiri oleh Menteri Penerangan, 
Komunikasi dan Kebudayaan, Datuk Seri Dr. Rais Yatim semasa hadir di majlis 
perasmian dan penyerahan semula masjid, daripada pihak kementerian kepada pihak
kerajaan Negeri Kelantan, pada 6 Julai 2009.

Saya harap ianya dipasang ketat-ketat sebab ada di kalangan orang Kelantan yang
alah kepada benda bersinar dan bergemerlapan ! 

Hehehe ~ ( oh yes, I am serious ! )


Nota : 

Saya ada bertandang ke majlis tersebut pada malam itu, tetapi sekadar terkebil-kebil di
tangga atas sebab-sebab yang tidak dapat dielakkan ....





http://shw.raykinzoku.fotopages.com/18651799.html()

* Sentuhan asal yang sekian lama terselindung .....

...  akhirnya terserlah kembali !

Aku memang dah agak, bahkan pernah terfikir semasa mencoret entri yang lepas.

Bahawa cat yang dilumurkan atas ukiran dan panel kayu masjid ini pastinya telah 
menyembunyikan sesuatu yang lebih menarik.

Aku difahamkan bahawa semasa kerja-kerja pemuliharaan dilakukan, pekerja yang
mengikis cat telah dengan tidak sengaja menemui ukiran asal pada panel-panel kayu
dalam rupa corak dan motif floral keemasan. Yang aku tunjukkan ini adalah motif yang
terdapat pada panel pintu. Selebihnya boleh dilihat pada panel dinding dan juga pada
buah gutong ...

Oh yer .. Kelihatan di atas pintu ini adalah sebahagian panel sisip angin yang nampaknya 
baru dibuat bagi dipadankan dengan ukiran sisip angin yang asal. Mudah dibezakan 
kerana warna kayu yang tidak serupa.

Jemput klik foto bagi melihat pandangan sebelum kerja konservasi dijalankan.





http://shw.raykinzoku.fotopages.com/18651797.html()

* Ada sesuatu yang mencuri perhatian tentang pintu ini !

Keadaan pintu ini membuatkan aku tertanya-tanya sejak dulu lagi, yakni sebelum kerja
konservasi dimulakan lagi ... Aku tambah tertanya-tanya bila mana ianya masih 
sedemikian biarpun setelah kerja-kerja tamat ~

Tidak silap, malah jelas sekali bahawa ianya adalah bahagian asal masjid yang
dahulunya sebuah balai penghadapan milik seorang kerabat DiRaja sekitar awal abad
ke 20 di Kota Bharu, tetapi bukan itu yang menjadi tanda tanya di sini ...

Yang menjadi persoalan bagi aku adalah bahagian pintu ini seolah-olah tidak 
dipasang dengan betul, pendek kata, telah dipasang terbalik ! Aku syak ianya terjadi
sedemikian semasa ia mula-mula dipasang di Mulong sekitar 1950an, sama ada 
disengajakan atau tidak, berdasarkan perbandingan yang dibuat dengan pintu-pintu
yang seumpamanya ( sezaman ) yang terdapat di lain-lain lokasi di Kelantan, 
contohnya seperti berikut :


http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1413609()http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1102658()http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1098286()http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=536131()http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1893440()


Mudah kata, pada hemat aku, bahagian gunungan ( arch ) itu sepatutnya berada di
bahagian luar sesuatu bangunan atau ruangan ( bilik ) dan bukan di dalam. Dan bilah
pintu itu sendiri sebenarnya patut dibuka dengan menarik dari atau menolak ke dalam
dan bukannya ditolak atau ditarik ke luar sebagaimana yang diperlukan bagi pintu di
atas. Aku makin hairan bila mana menyedari ianya tetap berkeadaan sedemikian 
meskipun setelah melalui penelitian pakar pemuliharaan ... Seolah-olah sengaja
dikekalkan begitu .....

Mengapa yer ?

Harap-harap ada yang pakar dapat menyokong atau membangkang pendapat ini ....

( Almaklumlah, aku budak baru belajar ! )







http://shw.raykinzoku.fotopages.com/18651519.html()

* Begini lebih baik dari sebelum !

Ukiran pada pepenjuru tiang ini tampak lebih jelas dan asli dalam keadaan begini 
berbanding dahulu ( well, it actually depends on the beholder ! )

Kalau tanya aku, aku lebih suka kalau ianya tidak dilumurkan apa-apa langsung, tetapi
dalam pemuliharaan, ada baiknya ia disapu dengan sesuatu yang mampu memelihara
kayu untuk masa yang lebih lama tetapi pada masa yang sama, tidak merosakkan kayu
atau ukiran yang ' delicate ' padanya. Sapuan ringan varnis atau syelek boleh jadi satu
kaedah yang baik.

Dahulu, lumuran cat putih hampir-hampir sahaja menenggelamkan langsung kehalusan
liuk lentuk ukiran.  Pernah sekali aku komen berkenaannya dalam foto pada entri aku 
yang lepas.  Sila klik foto untuk ke foto dan entri yang dimaksudkan ~





http://shw.raykinzoku.fotopages.com/18651513.html()

* Bahagian rabung ( bumbung ) yang tiada lagi bersiling

Siling asbestos yang dahulunya langsung menutup bahagian bumbung sudah tiada lagi. 

Kini, pandangan mata boleh terus menerjah ke kayu jerghia dan kepingan-kepingan
bata Singhorra yang melapisi bahagian atap. Tampak kemerah-merahan disinari
mentari pagi itu. Bahkan, tampak lebih luas dan tiada lagi perasaan lemas atau rimas !

Udara bebas mengalir dan lebih nyaman, aku yakin benar bahawa beginilah yang
di ' visi' kan oleh arkitek dan jurubina asal bangunan ini. Tukang kayu Melayu yang
memang bijak memadankan binaan dengan elemen cuaca dan suhu tempatan !

Klik pada foto bagi membandingkannya dengan keadaan sebelum.





http://shw.raykinzoku.fotopages.com/18651791.html()

* Ukiran asal yang terserlah pada buah gutong / buton

Asalnya Buah Gutong ini dicat pekat dengan warna coklat perang.

( Boleh perhatikan sendiri keadaan sebelum dengan satu klik pada foto )

Nampaknya lapisan cat telah dikikis dan yang tinggal adalah manifestasi asal si tukang
kayu merangkap artis awan larat yang bangga meninggalkan signatur nya pada buah
gutong ini dalam bentuk motif floral keemasan yang begitu anggun dan kreatif !

Selain itu, aku tertarik juga dengan pigmen kemerahan pada beberapa permukaan
buah gutong ini. Kalau ianya pigmen asal dan bukannya baru dilumur, maka aku yakin
yang ianya adalah sebatian mineral http://en.wikipedia.org/wiki/Cinnabar(Cinnabar) ( Mercury Sulfide atau HgS ) yang sememangnya
banyak digunakan pada zaman dahulu. Kini tidak lagi kerana, sebagaimana kalian
sedia maklum, sebatian Merkuri adalah toksik ! Eheheh ~

Sekadar makluman, pemasangan buah Gutong seperti ini juga dapat dilihat pada
bahagian bumbung ( ? ) balai utama di Istana Balai Besar di Bandar Kota Bharu.

Klik foto bagi melihat pandangan sebelum kerja konservasi dijalankan.





http://shw.raykinzoku.fotopages.com/18651795.html()

* Kiri : ’ Tetulang Besi ‘ yang dipasang bagi menguatkan lagi struktur bangunan.

Aku tidak pasti sejak bila ada terpasang tetulang besi ( steel bracing )  ....

Yang pasti, aku sama sekali tidak fikir yang ianya memang asalnya ada di situ 
semenjak bangunan ini didirikan 100 tahun dahulu dan aku juga tidak fikir yang ianya 
dipasang selepas dipindahkan ke Mulong. Sebaliknya aku yakin yang ianya dipasang
baru-baru ini sebagai salah satu kaedah pemuliharaan.  Harap sesiapa yang tahu
dapat beri penjelasan sebenar.

Bagi aku, ada positif dan negatif darihal pemasangan penguat dari logam itu.
Dari segi positif, ianya dapat mengukuhkan lagi struktur bangunan ( kayu ) yang kian 
dimamah usia, memungkinkan ia tahan lagi 100 tahun ( kot ? ) sekaligus mampu
menjadi tatapan generasi mendatang ... 

Manakala dari sudut negatif pula, ia seolah-olah menyatakan bahawa binaan tanpa
tiang tengah, hasil buah fikiran dan kreativiti tukang-tukang Melayu Kelantan zaman 
dahulu kala ini, adalah satu kesilapan dari aspek senibina dan kejuruteraan .... 
Entahlah ~ Yang aku tahu, tanpa sokongan besi itu sekalipun, bangunan ini telah
terbukti berjaya mengharungi 100 tahun dengan ' hensem ' dan bergaya sekali !

Klik foto bagi melihat pandangan sebelum kerja konservasi dijalankan.


* Kanan : Contoh Buah Buton ( Buah Gutong ) lama ...

Yang ini pula bukan Buah Gutong yang ada di Masjid Lama Mulong.

Entah asalnya dari mana, tetapi dikatakan berasal dari Kelantan, dihasilkan pada 
pertengahan abad 19 ( sekitar 1850an ) dan kini berada dalam simpanan peribadi 
pemilik http://www.semangatkayu.com/(Kandis Resource Center) ... ( kalau tak silap ! )

Perhatikan bentuk dan bahagian yang berukir / berlukis padanya dan bandingkan pula 
dengan yang terdapat pada buah gutong di Masjid Lama Mulong. 

Gaya dan senireka yang mirip antara satu sama lain, membawa maksud bahawa ianya
berasal dari era dan zaman yang sama, barangkali dari kelompok tukang yang sama !

Petikan ( dengan ihsan ) daripada :

Farish A. Noor & Eddin Khoo ( Foto : David Lok ), " Spirit of Wood : The Art of Malay
Woodcarving ~ Works by master carvers from Kelantan, Terengganu and Pattani ", 
Periplus Editions (HK) Ltd, Singapore, 2003 - mukasurat 80. 

 







* Jasad Biar Lama Asal Roh Baru Sokmo !

Di satu sudut depan, kelihatan sekumpulan kaum wanita ( boleh jadi mereka tinggal
berdekatan ) sedang asyik bertadarus Al-Quran, berlatih melancarkan bacaan, dan
pastinya juga sebagai instrumen membersih rohani, menyegarkan jiwa dalam bulan
keampunan ini ...

Mereka langsung tidak menghiraukan kehadiran aku.  
Bidikan demi bidikan ' flash ' bagi mereka seolah-olah bukan sesuatu yang asing .... 
Barangkali sudah terbiasa, lebih-lebih dalam keadaan masjid mereka ini sudah 
bertukar menjadi sebegini rupa dan dikenali ramai !

Dalam bulan Ramadhan yang sangat diberkati Allah ini, sememangnya afdhal jika
ianya dipenuhkan dengan amalan yang diredhaiNya dan juga yang digalakkan oleh
RasulNya.

Yang penting, tiada guna ada masjid yang cantik tersergam indah jika tiada jemaah
yang sentiasa istiqamah memakmurkannya ~

Melihatkan mereka, saya berasa terkedu dalam terharu. Terasa disindir !

Akhir kata dari saya ~

Salam Ramadhan dan Selamat Berpuasa

Semoga di akhirnya nanti kita dilimpahi keampunan dan rahmat dari Nya !






MESTI TENGOK DAN BACA !



* 

Beliau berkata demikian pada Majlis Perasmian dan Penyerahan Bangunan 
Warisan Masjid Lama Kedai Mulong di sini, malam tadi.

Hadir sama Pesuruhjaya Warisan, Jabatan Warisan Negara, Datuk Prof. 
Emeritus Siti Zurina Majid dan penduduk kampung berhampiran.

Menurut Rais, langkah mempertahan dan memulihara khazanah negara
tidak mengharapkan apa-apa balasan dari mana-mana pihak, sebaliknya ia
untuk dijadikan warisan kepada generasi muda.

''Langkah ini akan meningkatkan keprihatinan terhadap nilai dan budaya 
warisan kebangsaan dan memberi kebaikan kepada orang ramai serta
mengharmonikan seni budaya tempatan," ujarnya.

Terdahulu dalam ucapannya, Rais memberitahu, Masjid Lama Kedai Mulong 
itu asalnya merupakan Balairung Raja Dewa yang mempunyai kaitan dengan 
sejarah raja Kelantan.

''Seni bina mempunyai pengaruh yang sama dengan Istana Balai Besar di Kota 
Bharu di mana balairung tersebut awalnya kepunyaan putera Sultan Muhammad III, 
Tuan Zainal Abidin yang memegang gelaran Raja Dewa.

''Ketika kerja-kerja pembesaran istana Raja Dewa, balairung ini telah dibeli oleh 
Jawatankuasa Kerja Kampung untuk dijadikan Masjid Kampung Mulong," ujarnya.


http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2009&dt=0707&pub=Utusan_Malaysia&sec=Dalam_Negeri&pg=dn_23.htm(' Kerajaan terus latih pakar pulihara artifak ')

Utusan Malaysia Online, 7 Julai 2009, Selasa






* 




KOTA BHARU 17 Julai - Selepas lapan bulan mengalami proses baik pulih, Masjid
Ar-Rahman atau Masjid Lama Mulong muncul dengan wajah silamnya yang indah dan 
dibuka untuk diimarahkan semula baru-baru ini.

.
.
.

Bagi Rais, Masjid Lama Mulong patut menjadi kebanggaan segenap lapisan penduduk 
setempat bukan kerana fungsinya sahaja tetapi keunikan reka bentuknya yang 
menggabungkan pelbagai unsur seni bina Melayu Kelantan bersama unsur binaan Cina.

''Entah tangan tukang mana yang telah bertungkus-lumus mengukir jejala di kanan dan 
kiri masjid. Jika diperhatikan betul-betul, saya dapati ia saling tak tumpah dengan 
ukiran yang saya dapat lihat semasa melawat masjid-masjid di China.

''Mungkin ia petunjuk bahawa negeri Kelantan ini dahulu bersamudera terus dengan 
China Yunan dan tamadun-tamadun lain," katanya ketika berucap pada majlis itu.

Masjid Lama Mulong merupakan bekas Balairung Seri Istana Raja Dewa Tuan Zainal 
Abidin, putera baginda Sultan Kelantan, Sultan Muhammad III.

Ia dibina sekitar tahun 1900 di Kota Bharu berhampiran Istana Balai Besar dan lama 
ditinggalkan kosong selepas Perang Dunia Kedua.

Kemudian, pada tahun 1958, penduduk Kampung Kedai Mulong telah membeli binaan 
balairung ini dengan harga RM1,000 untuk dijadikan masjid di penempatan mereka 
yang terletak 11 kilometer dari bandar Kota Bharu.

Pemindahan pada waktu itu dilakukan dengan lori dan struktur lantai dan bumbungnya 
telah dipotong dua bagi tujuan tersebut. Ia dipasang semula secara gotong-royong 
seperti bentuk asal balairung seri dengan penambahan ruang mihrab dan anjung masuk.

Sebagai sebuah balairung seri, bangunan ini mempunyai ukiran jejala yang halus 
pertukangannya termasuk mural lukisan awan larat air emas pada kepingan papan 
janda berhias.

Yang menariknya mural tersebut ditemui selepas pekerja pemuliharaan mengikis cat 
lama pada kepingan papan dinding masjid itu.


Asma Hanim Mahmood, http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2009&dt=0718&pub=Utusan_Malaysia&sec=Timur&pg=wt_01.htm(' Imarahkan Masjid Lama Mulong ')

Utusan Malaysia Online, Ruangan Timur, 18 Julai 2009 ( Sabtu )


* Sumber Alternatif : http://kebudayaan.kpkk.gov.my/main/paper/1696/(Laman Sektor Kebudayaan KEKKWA)






* 




Jika dinilai dari sudut kejuruteraan moden, binaan tanpa tiang tengah dibimbangi 
tidak tahan lama, tetapi kepakaran generasi lampau dalam pertukangan membuktikan 
sebaliknya.

SEKITAR tahun 1950-an, timbul cadangan untuk merobohkan balai rong seri di Istana 
Raja Dewa Tuan Zainal Abidin. Kediaman Raja Dewa itu terletak berhampiran Istana 
Balai Besar di Kota Bharu, Kelantan.

Balai rong seri yang diperbuat daripada kayu yang dibina sekitar tahun 1900 itu mahu 
dirobohkan untuk memperbesar istana. Berita itu kemudian didengari beberapa 
pekerja istana yang tinggal di Kampung Kedai Mulong, yang percaya balai rong seri itu 
masih ada kegunaannya.

Meskipun binaan balai rong seri itu kelihatan usang kerana sudah ditinggalkan kosong 
sejak Perang Dunia Kedua, penduduk Kampung Kedai Mulong tetap sepakat 
mengadakan mesyuarat demi mencari jalan untuk menggunakannya.


Noor Adila Ali, http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2009&dt=0808&pub=Kosmo&sec=Rencana_Utama&pg=ru_02.htm(' Masjid Balai Rong Seri ')

Kosmo! Online, Rencana Utama, 8 Ogos 2009 ( Sabtu )






* 

A UNIQUE MOSQUE

As the mosque was originally a throne room, it has many unique features linked to the 
royalty. Even its construction method is unique. There is hardly any nail used to erect the 
structure and instead mortise and wedges hold the building together. On the whole, the 
structure highlights the best of Kelantanese craftsmanship that is now rare.

The design may be simple but it is often found in palaces and homes of the aristocracy 
in the state in the early days.

"This uncomplicated design can be seen in the overall structure of the building, the walls, 
doors, pillars and the chimney and often they are almost devoid of carvings," he said.

The building's architecture in fact combines many of the Kelantanese Malay and 
Chinese elements and this structure is built without a centre beam. Instead 16 
surrounding pillars fortify the structure.

From the modern engineering viewpoint, it is feared that structures without beams at the 
centre may not last long but the master builders of the early days have proved otherwise 
in their design of the throne room.

The centre beam will need vertical support and this means there has to be pillars at the 
centre of the throne room. This will reduce the open space needed for functions and that 
is why builders avoided the centre beam.

Mat Nasir pointed that even the floor is not supported by long cross-beams between the 
pillars. It is actually suspended on 32 legs (vertical support).

"In ordinary cases there is no need for so many legs to support. But because there is no 
long beams, the floor has to be supported by other means and that is why there are so 
many legs," added Mat Nasir.

A NATIONAL HERITAGE

The mosque is today listed as among the 11 heritage buildings in the country.

Actually the Mulong Old Mosque is very special, not only because of its beautiful and 
unique design but also because of its history.


Noor Adila Ali, http://www.bernama.com/bernama/v5/newsfeatures.php?id=430691(' Throne Room Transformed Into Mosque ')

Malaysian National News Agency ( BERNAMA ), Features, 6 Aug 2009 ( Thu )

* Malay Version : http://www.bernama.com/bernama/v5/bm/newsfeatures.php?id=430692(Balai Rong Seri Bertukar Menjadi Masjid)








http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1893440()

* " I did my own research and http://www.royalark.net/Malaysia/kelant7.htm(through royalark.net) , have a good reason to believe that the
Raja Muda as referred to by W.A. Graham in the above photo caption was no other but 
Tengku Long Zainal Abidin ibni Sultan Muhammad III ( b. 1875 ~ d. 1945 ) who was also
known as either Tuan Zainal Abidin or Tengku Zainal Abidin, but better known as Raja
Dewa. Simply put, the house belonged to Raja Muda aka Raja Dewa.

When his brother, Tengku Long Senik took to the throne as Sultan Muhammad IV
( reign. 1900 ~ 1920 ), Tengku Zainal Abidin was bestowed the title of Raja Muda
( the http://en.wikipedia.org/wiki/Heir_presumptive(Heir Presumptive) ) of Kelantan. Not to be confused with the http://en.wikipedia.org/wiki/Heir_apparent(Heir Apparent) who
was Tengku Ismail, the eldest son of Sultan Muhammad IV who at the time was in his
early 20s, and carried the title Tengku Sri Indra Mahkota ( 1901 ). Tengku Ismail 
later succeeded his father in 1920 as Sultan Ismail and with the new Sultan in power, 
Tengku Zainal Abidin found himself ' promoted ' from Raja Muda to the title of Raja Dewa, 
according to the same site, in 1944. Thus explaining why he was better known today by 
the name Raja Dewa instead of Raja Muda.

So, what's up with Raja Dewa ?

First, the present day Jalan Raja Dewa was named after the man.
Secondly and most importantly, Raja Dewa was the ' first-hand owner ' of the newly
restored, historical Masjid Lama Mulong, the structure which before being turned into a 
mosque for the people of Mulong in the 1950s, was his Balairong Seri  ( meeting hall ), 
which was built in the early 1900s - presumably, behind those very walls as seen from
the above photo ... "

* Untuk ulasan selanjutnya, sila klik foto di atas ~





http://imageevent.com/jassabtr/masjidmulongkelantan?n=0&z=2&c=3&x=0&m=16&w=0&p=0()

http://imageevent.com/jassabtr/masjidmulongkelantan?n=0&z=2&c=3&x=0&m=16&w=0&p=0(SHAARI MAT SAOD : Foto-foto Kerja Konservasi Masjid Lama Mulong)



http://ftkw.umk.edu.my/2009/majlis-perasmian-masjid-mulong/()

http://ftkw.umk.edu.my/2009/majlis-perasmian-masjid-mulong/(UNIV MALAYSIA KELANTAN : Foto-foto sekitar upacara perasmian Masjid Lama Mulong)




]]></description>
<guid isPermaLink="true">http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1873469</guid>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
</item>

<item>
<title><![CDATA[SALAM 1RAMADHAN ( 2 ) : " Disini orang panggil timon " !]]></title>
<description><![CDATA[.




SALAM 1RAMADHAN (2)



" Disini orang panggil Timon " !













" Disini orang panggil timon " !

Seorang petani bergaya dengan buah-buah tembikai merah yang baru dikutip dari 
ladang yang diusahakannya di Kampung Banggol, Kota Bharu. Hasil yang sengaja 
disasarkan bagi kutipan dan pasaran dalam bulan Ramadhan ...

Berbuka puasa memang satu pengalaman yang menarik sekiranya ada bersama sajian
buah tembikai. Lebih nikmat sekiranya ia disajikan dingin dari peti ais ! Selain itu, buah
tembikai sering saja menjadi sajian di kenduri-kenduri dan keramaian di Kelantan. 
Seolah-olah tak sah kalau tak ada !

Di Kelantan, buah tembikai dikenali sebagai " buwwoh timung " atau lebih tepat lagi 
disebut sebagai " Buwwoh Timung Chino " atau Buah Timun Cina ... Kalau ada di 
Kelantan yang menyebutnya sebagai ' tembikai ', yakinilah bahawa dia adalah 
' orghae luwaa ' atau ' orghae Kelatte Murtad ' ... eheh ..

Bersama-sama dengan foto di atas, saya sengaja selitkan sebagai pembuka bicara, 
petikan dari buku " Kesah Pu-Layar-an Abdullah Ben AbdulKadir Munshi Deri 
Singapura ka-Kalantan ", karya Abdullah Munshi, si Bapa Kesusasteraan Melayu
Moden. Diterbit di Singapura pada tahun 1838, ianya merupakan sebuah jurnal 
pengembaraan Abdullah dalam suatu misi khas ke negeri Kelantan yang berlangsung
dalam tahun 1837 - ketika Kelantan sedang dalam kancah Perang Saudara ! *

( * Sumber rujukan ihsan laman http://www.sabrizain.org/malaya/(Sabri Zain). Sila lawat & beri sumbangan kepada usaha murni beliau )

Apa yang disebut Abdullah sebagai " mandikei " sebenarnya merujuk kepada buah
 " tembikai ". Barangkali perkataan lama dari bahasa Melayu Johor-Riau yang Abdullah
sememangnya sangat terbiasa ( dia kelahiran Melaka dan membesar / bekerja di Singapura ). 
Bahasa perantara utama yang digunakan dalam setiap penulisannya.

Ketepikan itu semua !

Yang penting, apa yang saya mahu tegakkan di sini adalah, orang Kelantan memang 
terbukti bijak dari segi ilmu botani kerana sudah awal-awal lagi mengerti bahawa
buah tembikai itu sebenarnya dari spesis mentimun ( Cucurbitaceae ) dan
kerana itu ianya tetap disebut " timung " atau dieja Abdullah sebagai " timon ".

Ha ha ha ha ha ~

Oh yer, tak lupa juga kepada lain-lain yang bernama " Timung " bagi Orghae Kelatte
iaitu Timung Battae ( Cucumber ), Timung Chino ( Watermelon ), Timung Wongi atau 
Timung Susu ( Musk Melon ) dan entah apa lagi .....

( Mohon maaf kerana entri kali ini berunsur ' masuk lif tekan sendiri ' !! Ha ha ! )

Akhir kata, Salam Ramadhan dan Selamat Berpuasa !!


Nota Lutut :

Di Kelantan, " Buwwoh Timung " atau spesis buah mentimun banyak diusahakan di
sepanjang Sungai Kelantan ( dataran banjir / flood plain ) terutamanya di Kota Bharu,
Tumpat dan Pasir Mas. Juga diusahakan di kawasan berpasir ( tanah beris ) di 
kawasan Bachok dan Pasir Puteh ...

Paling banyak adalah Tembikai, Tembikai Wangi / Susu dan Labu.







]]></description>
<guid isPermaLink="true">http://raykinzoku.fotopages.com/?entry=1923695</guid>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>